Secret Life of Bees

secret life of bees

August berkata,”Dengarkanlah aku sekarang, Lily, aku akan mengatakan sesuatu yang kuingin agar kau selalu mengingatnya ya?”

Raut mukanya menjadi serius. Bersungguh-sungguh. Kedua matanya tidak berkedip.

“Baiklah,” kataku, dan kurasakan getaran menuruni tulang belakang punggungku.

“Our lady bukanlah sesosok makhluk ajaib, seperti seorang ibu peri. Ia bukanlah sebuah patung di ruang tamu. Ia adalah sesuatu yang ada si salam dirimu. Kau mengerti yang kukatakan?”

“Our Lady ada di dalam diriku,” ulangku, tak yakin aku mengulanginya.

Kau harus menemukan seorang Ibu di dalam dirimu sendiri. Kita semua harus. Bahksn kita sudah memiliki seorang ibu, kita harus mencari bagian dari diri kita ini di dalamnya.”

Berkatar belakang bagian Selatan Amerika tahun 1964, tahunnya Undang-Undang Hak Sipil dan pemberontakan melawan rasisme, The Secret of Bees Karya Sue Monk Kidd merupakan sebuah cerita yang kuat mengenai proses kedewasaan, kemampuan cinta mengubah hidup kita, dan kerinduan terhadap kesempurnaan feminitas universal yang acapkali menyerang. Dengan menyertakan kepedihan atas kehilangansesuatu, penghianatan , dan cinta yang pernah cukup, Kidd menunjukkan kekuatan para perempuan yang bersama-sama menyembuhkan luka-luka itu, untuk menjadi ibu bagi satu sama laindan bagi diri mereka sendiri, dan untuk menciptakan sebuah keluarga dan rumah yang sesungguhnya.

Terisolasi dalam kebun persik di South Carolina bersama seorang ayah yang menelantarkan dan bersikap kasar terhadapnya, Lily Owens yang berusia empat belas tahun telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk merindukan ibunya, Deborah, yang meninggal di tengah situasi yang ganjil saat Lily baru berumur empat tahun. Yang lebih buruk, ayahnya, T.Ray, mengatakan padanya bahwa Lily-lah yang tak sengaja membunuh ibunya.

Lily dibesarkan oleh Rosaleenn, pengasuh Afrika-Amerika-nya yang angkuh dan blak-blakan. Saat Rosqleen berusaha menggunakan hak barunya untuk ikut pemilu, ia diserang tiga orang rasis di kota dan kemudian malah ia yang dijebloskan ke dalam penjara. Lily bertekad kuat membebaskan dan akhirnya ia juga berhasil melarukan diri dari ayahnya. Ia membawa Rosaleen kabur dari penjara, dan berdua mereka menuju South Carolina untuk mencari kehidupan baru.

Tujuan mereka adalh Tuburon, South Carolina- sebuah kota yang tak mereka ketahui kecuali di dalam kotak yang dulu merupakan milik ibunya Lily yang terdapat petunjuk gambar berupa Perawan Maria berkulit hitam bertuliskan “Tiburon, South Carolina” di belakangnya. Di sana mereka tinggal bersama ti perempuan kakak beradik pemelihara lebah yang memuja Black Madonna. Di tempat inilah, dengan dikelilingi kekuatan Madonna, dengan dengungan-dengungan lebah, dan lingkaran perempuan-perempuan bijak berkulit hitam, Lily mencari jalan setapak menuju keutuhan dan kehidupan yang baru.

Terpikat oleh proses kedewsaan gadi sadari selatan ini, setiap orang akan merasa dikelilingi musim panas South Carolina yang panas dan satu dari saat-saat tak menentu di Amerika. Sebuah kisah tentang ibu yang hilang dan ditemukan, cinta, kejujuran, dan memaafkan, The Secret Life of Bees dengan berani menjelajahi luka-luka kehidupan menyingkap makna yang lebuh dalam tentang rumah dan kesederhanaan dalam memilih hal-hal penting yang akan menyelamatkan hidup kita.

Akhirnya, walau tak dapat menemukan ibu yang dirindukannya, Lily menemukan dan menjadi bagian dari masa lalu ibunya, menemukan sebuah sarang ibu-ibu yang baru, dan jatuh cinta dengan bunda alam raya.

Poem of William Blake:

O Rose, thou art sick!

The invisible worm,

That flies in the night,

In the howling storm,

Has found out thy bed

Of Crimson joy,

And his dark secret love

Does thy life destroy

Oh mawar, engkau sakit!

Cacing tak tampak,

Yang melayang di gelap malam,

Menembus badai yang meraung,

Telah menemu ranjangmu

Keriangan merah padam,

Dan cinta gelapnya yang diam-diam

Akan membuat hidupmu koyak.

Song of Bees

By.May

Place a beehive on my grave

And let the honey soak through.

When I’m dead and gone,

that’s what I want from you.

The streets of heaven are gold and sunny,

But I’ll stick with my plot and a pot of honey.

Place a beehive on my grave

And let the honey soak through.

Letakkan sebuah sarang lebah diatas kuburanku

Dan biarkan madunya membasahi semuanya.

Saat kumati dn pergi

Itulah yang kumau darimu.

Jalan-jalan di surga adalah emas dan disinari matahari

Tapi aku akan tetap bersama kebunku dan satu pot madu.

Letakkanlah sebuah sarang madu di atas kuburanku

Dan biarkan madunya membasahi semuanya.

Membaca novel ini, kita jadi lebih paham tentang sejarah dunia, biologi, budaya, hingga suatu keindahan sastra modern yang apik ringan namun sarat makna. Novel ini sudah di Film kan pada 2008 lalu dengan bintang-bintang besar seperti Queen Latifah, Alicia Keys, Dakota fanning dengan Sutradara gyna Prince dan Bythewood. Berikut cuplikan film-nya:

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=pVCil2oSNYY&hl=en&fs=1&]

Sastrawan

Apa Tugas sastrawan sebagai Khalifah Allah

Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang update pada perkembangan zaman. Karena contain Al Qur’an sangat lengkap di bandingkan kitab-kitab sebelumnya. Satu hal yang menarik saya adalah ayat tentang Sastrawan yang merupakan salah satu pekerjaan mulia jika ditekuni secara mendalam dengan konsep yang baik menurut Islam (Islami). Berikut QS.Asy Syu’ara ayat 224-227 yang bila diterjemahkan secara puitis oleh Ali  Hasjmy dalam bukunya

“Apa Tugas Sastrawan Sebagai Khalifah Allah?”

Para Sastrawan,

Pengikut mereka bandit dan petualang,
Berdiwana dari lembah ke lembah,
Bicara tanpa kerja,

Kecuali sastrawan beriman,
Yang beramal bakti,
Senantiasa Ingat kan Ilahi
Mereka bebas setelah
tertindas
QS. Asy Syu’ara 224-227

Buku Ali  Hasjmy itu tidak sengaja saya temukan di tumpukan perpustakaan SMA N 3 Sukoharjo dengan kondisi tidak terawat. Saya hanya sempat membaca dan belum sempat meresensinya. Di Amazon.com bisa kita lihat cover-nya. Namun sayangnya tidak ada yang meresensi dan saya juga belum punya uang untuk membelinya…

Berikut link di Goodreads.com mengenai buku tsb:Goodreads.com

Meluruskan Pikiran

“...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS.Ar Ra’d : 11)

Kita tidak boleh berfikir pesimis. Segala sesuatu hanyalah imajinasi visual kehidupan, atau fatamorgana, atau bayang-bayang yang semu dan maya saja. Yang paling penting adalah menyikapi segala hal dengan pikiran lurus, tetap optimis dengan diri kita sendiri. Dengan tetap Iman kepaa Allah. Kita tidak boleh menyerah dan takut dengan kehidupan, tetap semangat dan smile up dalam menghadapi masalah. Yakinlah bahwa segala sesuatu adalah ketetapan Allah yang terbaik bagi kita semua, apapun itu…

James Allen pernah bilang.” Segala sesuatu yang dilakukan seseorang adalah reasi langsung dari apa yang ada dipikirannya. Seseorang bisa bangkit dengan kdua kakinya dan beraktivitas. Hal itu karena faktor pikirannya. Begitu pula seseorang bisa sakit atau sembuh, itu karena faktor pikirannya.”

Jadi, sebetulnya pikiran hanyalah kumpulan syaraf-syaraf yang mengekspreikan diri kita, kita bisa menipu pikiran kita. Sebagai contoh, tersenyumlah ketika kita sedang bersedih, disana akan ada suatu keajaiban dan kedamaan yang nyata tentang kehidupan. Bahwa kehidupan itu tidak selalu mulus dilalui. Bila kita terbiasa, niscaya segala permasalahan akan mudah dihadapi. Ha Ha Ha…

Ada kisah tentang Ibnu Taimiyah yang berhasil mencapai kedamaian tingkat tinggi…
“Apa yang dilakukan oleh musush-musuhku? Tamanku dan surgaku berada dalam dadaku. Membunuhku sama halnya dengan mati syahid. Mengasingkanku sama halnya dengan bertamasya, dan memenjarakanku sama halnya berkhalawat ( Menyendiri dari kedamaian untuk mendekatkan diri kepada Allah).”

Patut di contoh kan…. kedamain letaknya di hati kita, meskipun uang kita berlimpah, mobil mewah, seribu rumah, berhektar sawah, kalai hati gundah, adanya cuma susah… Iya kah?

“Setiap satu menit kemarahan kita, kita telah menghabiskan 60 detik kebahagiaan.”
“Life is never been easy, but always full of fun.”

Waktu

Waktu masih berlalu, menyisakan memori tentang suka, duka, keingintahuan, rindu, bahkan kebencian. Terkadang kita sendiri begitu bingung degan makhluk Tuhan yang bernama waktu ini. Terkadang kita merindukan, terkadang aku juga amat membenci keberadaanya. Namun mengapa “Waktuka Hayatuka”( waktumu adalah hidupmu). Mungkin karena saksi abadi yang selalu lekat dengan perjalanan hidup kita selalu direkam oleh waktu. Rekaman ini yang nanti akan dibeberkan pada saat manusia diadili disisi Allah.

Waktu terkadang membuat kita merasa takut, karena waktu adalah sebuah pedang, yang suatu saat akan menibas kita secara beralahan-lahan, nanti atau dikemudian hari. Pedang itu sangat tajam, pedang yang akan bertambah tajam jika kita tidak segera menghargai waktu secepat mungkin. Jadi, tidak menghargai waktu diibaratkan seperti seseorang yang mengasah pedang untuk lehernya sediri.

Mungkin waktu adalah salah satu hamba Allah yang paling setia . Karena waktu tak pernah dusta kepada siapa saja. Waktu selalu mengungkapkan fakta. Waktu selalu memberi kita jawaban jika kita bertanya. Waktu selalu memberi jawaban atas apa yang terjadi sekarang dan yang akan terjadi di masa depan.

Terlalu naif untuk memahami hamba Allah yang satu ini, karena keberadaanya memang sangat tidak tersentuh oleh manusia, sehingga manusia lelah untuk terus menerus memikirkannya dan berhenti untuk mencoba mengubahnya. Manusia beralih untuk tidak memikirkan waktu kembali. Mereka lebih memilih untuk memikirkan apa yang bisa waktu lakukan untuk mereka, tanpa berfikir apa meraka bisa mengubah waktu.

Terkadang kita bingung mengapa hidup harus diukur dengan waktu, ada prasejarah dan sejarah, Ada waktu untuk hidup kemudian mati. Bahagia kemudian duka atau pun sebaliknya. Mengapa begitu? Apakah itu rahasia Allah, ataukah hanya suatu hal yang sebetulnya sangat mudah untuk difahami ?

Kita diberikan tugas berupa waktu untuk memanfaatkannya, dalam tugas itu ada deadline yang tidak diungkapkan kepada kita. Bukan karena Allah pelit, melainkan hanya hendak menguji siapa saja hamba-Nya yang bisa mengerjakan tugas sebaik-baik mungkin tanpa menatap deadlinenya. Cukuplah deadline yang sangat terjaga kerahasiaanya itu menjadi sebuah nasihat untuk kita, bahwa kita tidak mengetahui kapan deadline atau waktu akhir tugas kita di dunia itu, dan disaat kita diminta untuk mengumpulkan tugas itu, apakah kita siap dengan nilai yang Allah berikan kepada kita melalui koreksi waktu.

Waktu, suatu hal yang terkadang luput dari pandangan kita. Kita terkadang lupa dan selalu meremehkan akan keberadaannya, hingga saat nafas terakhir kita bertanya “Masihkah ada waktu untukku untuk menyelesaikan tugasku ?”. Malaikat pencabut nyawa menjawab, “Tidak, waktumu telah habis, tugasmu harus segera dikumpulkan”.

Tujuan Hidup

Hidup adalah sebuah karya,
dai suatu harapan dan cita-cita.

Karya hidup akan selalu dikenang dan terus mengalir,
meskipun empunya telah tiada.

Karya hidup yang mulia adalah suatu pahala,
bagaikan pohon abadi yang akan senantiasa,
berbuah dan memberi bibit-bibit kehidupan,
bagi generasi penerusnya.

Warnailah hidupmu dengan cita-cita agung,
yang berasal dari sebuah harapan mulia.

Karena semua itu tiada akan sia-sia,
Allah akan membalasnya.

Jadikanlah cita-cita dan harapan mulia sebagai nafasmu,
dan setiap hembusannya,
jadikan untuk mewujudkan impianmu.

Hidup berawal dari sebuah tujuan dari impian,
hidup tanpa tujuan adalah hampa.

impian…
tak hancur meskipun winter,
tak lekang meskipun summer,

Always dream and pray to next life,
and keep positive thinking forever.