Kemungkinan, Alam yang Belum Terjangkau

Banyak yang bilang bahwa alam ini hanyalah bagian dari sistem empat dimensi. Untuk sementara hanya itu saja yang masih kita pahami soal alam ini. Namun pada kenyataannya, kita sebetulnya memiliki alam lain yang belum pernah kita jamah di luar alam empat dimensi ini. Keberadaan alam dari dimensi lain merupakan hal yang nyata, sekalipun belum bisa dibuktikan dalam alam empat dimensi atau bisa dituduh sebagai belum adanya verifikasi ilmiah. Ini hanyalah soal menangkap sesuatu di luar apa yang belum bisa indra kita tangkap.

Semua Sekadar Evolusi?

Awalnya indra kita menangkap beberapa gejala nyata dalam empat dimensi seperti melihat, mendengar, meraba, membaui juga mengecap. Indra-indra tersebut diterima oleh syaraf kemudian dikirim dan diterjemahkan ke otak kita dan kemudian kita menafsirkan sesuai dengan bank data dalam otak kita. Perasaaan-perasaan seperti senang dan sedih hanyalah merupakan terjemahan dari hal abstrak yang pernah kita pelajari sebelumnya dan disimpan di dalam drive otak kita. Formula antara enzim, hormon disertai rangsangan yang tepat merupakan awal mula dari respon otak kita pada alam empat dimensi ini.

Selain otak kita, data tentang tafsiran-tafsiran indra juga disimpan dalam drive genetika kita. Hal ini sudah terjadi semenjak alam ini dicipatakan. Proses menurukan dan mengcopy informasi dari satu objek ke objek lainnya berlangsung secara terus menerus. Bagaiamana kita mampu melihat contohnya, merupakan hasil evolusi jutaan tahun untuk memahami aneka warna ke dalam otak yang kemudian menghasilkaan tafsiran abstrak. Daun tidak berwarna hijau, kita saja yang menerjemahkannya sebagai warna hijau. Lantas apakah ada yang bisa melihat daun dengan warna lain, warna yang bukan hijau?

Disinilah petualangan kita dimulai, memahami segala sesuatu di luar kemampuan indra kita merupakan sesuatu yang bisa kita coba. Mari kita sedikit maju jauh atau bisa saja mungkin sebetulnya kita mundur ke belakang, melihat kaca dalam jiwa kita ke dalam, juga melihat ke jiwa lain yang diluar. Memproyeksikan apa yang mungkin kita bisa lakukan dalam sebuah jangkauan indra dan alam baru yang disebut, Kemungkinan.

Singkatnya, kemungkinan adalah hal-hal relatif yang bisa kita lakukan di luar alam empat dimensi ini. Melihat sesuatu jauh menjangkau pemahaman nalar biasa. Sesuatu yang belum kita pahami, namun kita tahu ada. Sesuatu yang menjadi kebalikan dari alam kita sendiri.

Bisakan Biologi menjangkau Kemungkinan?

Obat, berkat ilmu biologi kini orang mampu merangsang indra dan otaknya hanya dengan obat. Contohnya orang yang akan dioprasi harus dihilangkan kesadarannya dengan obat penghilang rasa sakit, meskipun beberapa orang mampu melewati fase itu tanpa obat sekalipun. Tapi itu tidak menjadikan kita memahami segala apa yang disbut Kemungkinan dengan obat. Obat hanya mampu membuat kita menerjemahkan paksa segala indra kita ke dalam kesadaran lain. Berbagai macam obat mampu menghasilkan efek-efek beragam yang memengaruhi tafsiran, kesadaran hingga kemampuan. Tapi obat diyakini belum bisa menjagkau kita ke alam kemungkinan. Sekalipun dalam banyak kasus, obat konon juga dipercaya mampu membawa kita ke alam lain, alam yang jauh lebih misterius keberadaannya jika tidak menggunakan obat dalam kondisi yang benar, kematian.

Belum ditemukan obat berupa formula dari alam ini yang mampu membawa kita ke alam Kemungkinan. Misalnya dalam sekali teguk atau usap, kita kemudian mampu menjagkau hal baru dalam alam kemungkinan. Mampu melihat, merasa dan mengecap rasa berbeda dalam alam Kemungkinan. Memiliki indra lain yang bisa melihat daun bukan sebagai warna hijau tetapi entah apa itu kemungkinan lain. Atau bahkan mampu menjadi seorang yang memiliki tingkatan lebih dalam alam Kemungkinan, yang mampu mengubah molekul dan materi seperti seorang alkemis misterius yang dalam sekali jentik mampu merekonstruksi segala sesuatau yang ada di sekitarnya.

Metafisika dari lompatan kuantum

Ada hal lain yang mungkin kita coba telusuri justru tidak jauh-jauh. Ada dalam sesuatu yang sebetulnya ada namun memang belum kita rasakan keberadaannya atau pahami. Ilmuwan memercayai bahwa dalam setiap proses dalam dunia empat dimensi, selalu ada penyerta kebalikannya. Contohnya jika ada yang terang maka ada sesuatu yang disebut sebagai gelap. Maka jika ada sesuatu yang disebut materi kemungkinan besar ada sesuatu yang disebut anti-materi. Lalu dimanakah kita menjangkau anti materi tersebut.

Pertanyaan ini membawa kita ke pengolahan inti atom seperti di CERN. Mencoba memmecah sesuatu yang maha kecil ke hal yang lebih keci lagi. Jika tadinya yang terkecil adalah elektron, maka bisakah kita menjangkau sesuatu yang lebih kecil dari elektron. Kenyataannya memang gerak elektron adalah sesuatu yang ajaib, bagaimana elekron bisa bergerak secara acak dan misterius maerupakan suatu keajaiban. Lompatan quantum, merupakan gerakan quantum yang unik dimana elektron bisa menghilang dan muncul dalam gerakan memutari. Saat menghilang tersebut, kemana perginya? Maka fisika kuantum menjadi ilmu pengetahuan seksi di dunia modern ini. Ada banyak variable dan ada banyak alam Kemungkinan yang kini sedang kita pelajari.

Kemana Selanjutnya?

Alam kemungkinan yang bisa kita telusuri adalah hal abstrak dalam dunia digital. Namun sekalipun ada, keberadaan ini hanya dapat tersimpan dalam drive yang bentuknya masih berupa perangkat alam empat dimensi. Konsep  memindahkan segala informasi elektron di otak kita ke dalam alam digital seperti yang dibisniskan Elon Musk memang memperluas jangkauan dari dimensi indra kita. Namun, ini hanyalah memindahkan segala kemampuan otak kita ke dalam sebuah alam kode digital.

Konsep digitalisasi otak memang menarik dan mampu membuat kita menjangkau kesadaran lain yang belum tereksplorasi. Namun apakah dengan memindahkan jiwa kita ke alam digital berguna dan mampu menjangkau jiwa kita ke alam Kemungkinan. Atau ini merupakan sesuatu yang sementara, bagaimana jika kenyataannya alam digital hanyalah sebuah jembatan kita ke dalam alam Kemungkinan. Bisakah? Mungkinkah?

Alam digital yang memiliki kemungkinan yang hampir tidak terbatas diharapkan mampu membawa kunci untuk kita ke alam Kemungkinan. Mungkinkah kita bisa menggunakan kecerdasan buatan dalam kode digital untuk memecahkan rahasia dari alam Kemungkinan, termasuk membantu kita memecahkan misteri dalam lompatan kuantum?

Akhirnya,
Akhir dari segala alam Kemungkinan adalah kemungkinan itu sendiri, mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *