Beriman Pada Teori Evolusi & Kreasi

Fosil Manusia Purba
Fosil Tulang Tengkorak Kepala Manusia Purbakala Koleksi Museum Geologi Bandung

Dari mana asal manusia? Dari tanah bumi atau alien dari langit? Berkat ilmu genetika yang mempelajari pewarisan sifat dari satu makhluk ke makhluk lain, kini ilmuwan sedikit punya bukti bahwa manusia sejatinya adalah makhluk hybrid. Perpaduan manusia cerdas atau homo sapiens dan manusia evolusi purbakala.

Pertanyaan soal apakah kita percaya pada penciptaan Adam dan Hawa atau evolusi selalu menjadi perdebatan bahkan tolak ukur iman. Orang yang memercayai teori evolusi Darwin dianggap sesat karena menolak penciptaan Tuhan dan dianggap lebih memilih bermoyang pada kera. Penganut agama yang konservatif seringkali mengabaikan bukti-bukti kebenaran teori evolusi dan memilih menafsirkan ayat dengan keras. Namun, kini ilmuwan punya jawaban lain yang memberi bukti bahwa kita bisa percaya pada teori kreasi sekaligus evolusi.

Penelusuran Gen Purbakala

Penelitian genetika memudahkan kita untuk mencari tahu tentang siapa diri kita sebenarnya. Dengan mengurai sekitar 25.000 DNA genetika manusia modern, ilmuwan berhasil mengetahuai siapa moyang kita sebelumnya. Di Amerika bahkan penelitian genetika sudah menjadi industri komersial. Salah satunya ditawarkan oleh National Geographic’s Genographic Project.

Dengan membayar uang kurang dari 3 juta rupiah, Anda hanya perlu memberikan sample DNA untuk mencari tahu dari mana asal moyang Anda, bahkan dari suku mana saja Anda berasal pun masih bisa ditelusuri. Ini dilakukan hanya dengan membandingkan DNA Anda dengan koleksi database DNA manusia dari rumpun suku di seluruh penjuru dunia.

Di Indonesia, kita bisa meneliti manusia purbakala melalui bukti-bukti yang ditemukan di Sangiran, Jawa Tengah. Di sana ditemukan fosil yang menandai adanya kera yang berjalan tegak seperti manusia, di sini kita menyebutnya sebagai Pithecantropus Erectus. Sayangnya karena proses pengawetan alamiah manusia purbakala tadi berupa tulang yang sudah membatu atau fosil, harapan mempelajari genetika mereka sangat tidak dimungkinkan.

Indonesia belum pernah ditemukan fosil dinosaurus, lebih dari itu kita justru punya kekayaan fosil manusia purbakala. Baru-baru ini bahkan ditemukan fosil manusia purbakala berukuran cebol / kerdil di Flores yang kini dinamai Homo Florensis.

Penelusuran genetika manusia purbakala yang valid hingga saat ini baru didapat dari tiga jasad manusia purbakala Neanderthal yang ditemukan di Gua Vindija di Kroasia. Jasad mereka diperkirakan telah berusia antara 38.000 hingga 44.000 dan masih cukup baik untuk diurai genetikanya. Svante Pääbo salah seorang pakar di Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig Germany, telah membandingakan genetika DNA dirinya dan nendhertal. Hasilnya cukup mengejutkan, 2,5 % DNA manusia Nendhertal masih bisa ditemukan di dalam dirinya.

Ini berarti ada percampuran antara manusia modern dan manusia nendhertal di masa lampau. Dengan kata lain ada bukti yang menunjukkan kawin campur antara manusia modern dan manusia purbakala di masa lalu.

Tafsir Baru Kreasi Adam

Ada anekdot menarik soal perdebatan teori evolusi, seorang pendeta ditanya soal evolusi dan tulang-tulang dinosaurus raksasa yang banyak ditemukan di penjuru dunia. “Mengapa kitab suci tidak pernah menyebutkannya?” Jawabannya pendeta sungguh menarik, “Tulang-tulang itu ditaruh Tuhan di sana justru untuk menguji seberapa besar manusia beriman pada Tuhan.”

Agama Ibrahim mempercayai bahwa Adam hanyalah satu-satunya manusia awal yang diciptakan Tuhan. Tafsir keras hampir-hampir tertutup untuk kembali diulik hingga menurut sebuah survei, di Amerika serikat pun sepertiga penduduknya tidak mempercayai teori evolusi.

Dalam Islam, ada satu ayat yang menarik dalam Al Quran yang menjadi perdebatan para penafsir muslim sejak lama. Penafsiran ini mencakup apakah benar ada manusia sebelum Adam tiba di bumi?

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”. Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. al-Baqarah : 30)

Bagaimana mungkin Malaikat tahu watak manusia yang akan Tuhan ciptakan jika bukan karena malaikat sudah pernah menjumpai manusia sebelumnya? Ini menjadi tanda bahwa di awal penciptaan Adam, ada kemungkinan memang sudah ada manusia hasil evolusi yang telah hidup di bumi dan cukup dikenali wataknya oleh para malaikat.

Ayat di atas sedikit memberikan penjelasan kemungkinan tafsir terbuka bahwa secara sains pernah ada manusia hasil evolusi dari kera, dan secara agama homo sapiens atau makhluk modern seperti kita bisa jadi memang ciptaan Tuhan langsung. Buktinya ada di dalam genetika kita yang masih menyimpan warisan manusia purbakala.

2 Replies to “Beriman Pada Teori Evolusi & Kreasi”

    1. Hai Fida, artikel di atas sekalipun memuat fakta tetapi bisa saja salah, kita tidak perlu memaksakan pemikiran orang lain soal Darwin. Darwin tidak rugi atau pun untung pemikirannya digunakan atau tidak, yang penting kita tahu dan bisa menjelaskan kepada sekitar kita soal teori Darwin Dan penafsirannya

Leave a Reply to Fida Liana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *