Babi, Sang Juru Selamat

Diulang-ulang dalam kitab suci soal keharamannya, namun juga disukai karena kelezatannya. Babi justru memberikan kita banyak hal untuk diambil hikmahnya. Berkat kemajuan sains, dia yang lezat namun dibenci. Kelak bisa jadi sang juru selamat manusia.

Bayangkan…

Bayangkan jika penderita diabetes tidak perlu lagi menyuntikkan insulin setiap hari karena mereka punya sel pankreas baru.

Bagaimana jika penderita kerusakan hati, langsung dapat mengganti hatinya tanpa harus menunggu donor hati dari manusia lain yang sudah mati.

Bayangkan juga, jika mereka yang tiap minggu harus cuci darah karena gagal ginjal. Kelak tak perlu lagi melakukannya karena punya ginjal baru.

Leika

Semua itu bisa saja akan terjadi dalam waktu dekat, karena telah lahir dengan selamat ke dunia kita yang fana ini. Leika, babi pertama hasil teknik rekayasa genetika CRISPR yang lahir tanpa membawa porcine endogenous retroviruses atau PERV.

PERV merupakan retrovirus bawaan genetik dari babi yang selama ini menjadi salah satu hal mengapa organ babi, meskipun secara genetik hampir mirip dengan manusia, namun selalu ditolak oleh tubuh manusia.

Dengan lahirnya Leika, maka ilmuwan segera meyakini bahwa tinggal selangkah lagi, kita bisa melakukan xenotransplantasi menggunakan organ babi sebagai pengganti organ manusia. Karena faktor-faktor yang dapat menghambat penolakan organ dari babi ke manusia, khususnya soal imun, sedikit demi sedikit akan dengan mudah diedit menggunakan teknik CRISPR.

Xenotransplantasi (xenos- dalam bahasa Yunani berarti “asing”) adalah transplantasi sel, jaringan, atau organ dari satu spesies ke spesies lain. Sel, jaringan, atau organ semacam itu disebut xenograft atau xenotransplant.

Sejak tahun 1960an, manusia sudah mencoba berulang-ulang cara bagaimana melakukan xenotransplantasi dari organ hewan ke manusia. Namun, selama itulah percobaan selalu gagal, sebab utamanya adalah penolakan dari tubuh manusia sendiri.

Ilmuwan telah menemukan kemungkinan penggunaan Babi sebagai organ pengganti – karena dari segi genetika dan ukuran, organ babi mirip dengan manusia. Namun baru di tahun 1998 ilmuwan menemukan PERV sebagai salah satu penghambat dalam imunitas penolakan organ babi ke manusia.

Selama ini, hanya pembuluh dari hati babi yang digunakan sebagai pengganti pembuluh manusia. Itupun masih melalui serangkaian proses panjang sehingga pembuluh babi dapat digunakan ke manusia meski tanpa sel yang hidup.

Editing genetika menggunakan CRISPR pada Babi, menjadi tanda kemungkinan besar keberhasilan penggunaan organ hidup pada babi untuk didonorkan kepada manusia.

Leika dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar dekade ini, karena merupakan salah satu bukti keberhasilan modifikasi genetik yang mampu memecahkan masalah imunitas.

Leika, sebetulnya merupakan nama dari anjing di era Soviet yang pertama kali mengorbit di antariksa bumi. Ilmuwan berharap, dengan lahirnya Leika, maka akan mempercepat penemuan-penemuan baru dalam dunia pengetahuan juga pengobatan.

Mungkinkah ini hanya satu langkah awal menuju ke sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *