Hidup Tiada Berguna

Yayoi Infinity

Bagaimana kita memandang diri setelah memahami begitu infinitif realitas semesta raya. Kita hidup di planet bumi yang mengorbit pada bintang bernama matahari. Matahari dan milyaran bintang lainnya berada dalam orbit galaksi bima sakti. Sementara bima sakti juga hanya satu bagian dari septiliun lebih galaksi yang tak diketahui batasannya di semesta raya. Dan semesta raya ini adalah bagian dari satu universalitas dari multi-universal lain.

Begitu tidak signifikan hidup ini jika dibandingkan dengan skala realitas alam semesta. Manusia pun seperti para pendahulunya, dari zaman makhluk bersel tunggal ke dinosaurus, hannyalah rantai realitas yang bisa jadi sangat tidak berarti.

Kehidupan dan kematian hanyalah sekadar perputaran energi yang telah ada sejak lampau tak terhingga. Atom penyusun raga kita adalah kumpulan energi yang telah melanglang buana di semesta raya dari galaksi ke galaksi, melalui lubang hitam dan waktu yang tak terkira lampaunya.

Ruang dan Waktu

Apa sejatinya sesuatu dikatakan material dan fana di semesta ini? Bagaimana bisa ada benda dan bagaimana kehampaan menjadi sebuah material adalah pertanyaan para ahli sejak lama.

Banyak yang memberi jawaban pertanyaan ini dengan mudah. Tentu dengan segala kekuatan tuhan atau dewata-lah yang telah membentuk realitas kita. Segala sesuatu dianggap berasal dari sesuatu yang memang kita manusia tidak atau belum memahami sepenuhnya.

Namun, apakah serta merta ilmuwan di zaman ini percaya? Ketakjuban mereka akan penemuan galaksi demi galaksi di semesta, dan kenyataan untuk mencari sang liyan di luar bumi menjadi suatu uji iman tersendiri untuk menjawab klaim dari pendukung teori penciptaan.

Kehidupan yang sepertinya tidak terbatas ini ternyata dibatasi dengan hukum-hukum tertentu. Fisika, gravitasi, kekalan energi, hingga relativitas menjadi sebuah kenyataan yang tidak terbantahkan.

Maka seolah menjadi kunci, hukum-hukum itu menjadi pembuka bagi realitas-relaitas baru yang kini telah atau sedang dipecahkan.

Ledakan dahsyat atau Big Bang memang menjadi salah satu teori unggulan dalam penciptaan alam semesta. Dari ketiadaan menjadi keberadaan. Teori ini bisa diterima dan kini menjadi paling masuk akal setelah berbagai upaya ilmuwan menemukan teori penciptaan material melaui percobaan fisika kuantum.

Realitas kita yang fana

Apa yang kita sentuh dan lihat bisa dianggap sebagai sebuah realitas. Kedengarannya cukup meyakinkan bahwa saat ini kita sedang hidup dalam dimensi yang serba jelas. Namun, segala realitas sifatnya pun fana atau sirna.

Kita bekerja, bercinta, makan dan jalan-jalan hingga seringkali lupa pada kesadaran akan diri sendiri. Apa yang kita pikirkan sama saja dengan apa yang orang lain pikirkan. Realitas yang ada adalah bentuk kolektif dari keinginan kita untuk menafsir kehidupan secara bersama-sama.

Ambisi-ambisi adalah upaya kita untuk menenangkan diri dari kehidupan yang mungkin hanya seperkuadraliun detik dari kehidupan semesta ini. Lalu Tuhan kita ciptakan untuk menenangkan diri dari ketidakmampuan kita untuk memahami kehidupan yang dibatasi waktu.

Menjadi tidak berguna

Tidak berguna di sini bukan berarti sampah, bukan juga berarti tidak berarti. Tidak berguna bisa jadi hanyalah ketidakmampuan kita menjadi bagian yang berarti secara universal.

Newton mungkin sangat berguna bagi manusia, tanpa dia kita tidak akan memahami teori gravitasi hingga akhirnya kita berlomba mencipta benda-benda menakjubkan seperti pesawat terbang.

Lantas siapa kita? Apa daya yang kita gunakan untuk menjadi benar-benar berarti bagi semesta ini? Apakah hidup kita berarti jika kita mengikuti ambisi-ambisi kita?

Yah, kenyataannya demikian. Kita hidup memang untuk menjadi tidak berarti, tidak bereguna sama sekali di tataran semesta. Maka mari kita tertawa, merenung dan mencoba menikmati kehidupan tanpa harus dibayangi dengan realitas-realitas semu, yang hadir hanya karena kesadaran kolektif manusia.

It’s our time to make decision without any other decisions. It’s time to make our own reality. Be brave, be ready.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *