Telomere

Abadi

Mari kita bayangkan bahwa kelak penuaan hanyalah salah satu masalah penyakit seperti kolesterol atau darah tinggi. Berkat penemuan ilmuwan asal Israel, kini impian itu selangkah lagi terpenuhi. Kunci regenerasi gen kita yang selama ini rusak akibat telomer yang memendek seiring bertambahnya usia, kini sudah ada terapi solusinya.

Hidup panjang dan sehat adalah harapan banyak manusia kalau tidak mau disebut ingin hidup abadi. Kunci panjang umur mungkin hanya sederhana dan sebetulnya sudah diketahui sejak 1980an. Sejauh ini sains telah mengetahui mengapa kita menjadi tua. Sederhana, kita menua karena sel-sel kita terus mati dan tidak meregenerasi.

Abadi adalah kata unik dari bahasa kita. Abad itu seratus tahun, jadi abadi mungkin bukan artinya selama-lamanya, melainkan ratusan tahun. Melihat statistik bahwa di abad ke-20 umur kita rata-rata hanya 40 tahun. Berkat ilmu kesehatan dan kemakmuran kita saat ini, sudah banyak yang mencapai usia 80 tahun dan tetap sehat. Usia Biden yang tahun 2020 ini terpilih jadi presiden AS saja sudah 78 tahun. Maka target hidup sehat hingga 100 tahun mungkin bukan lagi khayalan di masa depan.

Apa yang menyebabkan sel mati? karena bawaan genetika kita memang didesain sedemikian. Gen mana yang menyebabkan sel mati? Ternyata bukan gen melainkan ada di dalam DNA. Di dalam DNA kita terdapat telomer yang semakin lama semakin memendek seiring waktu dan menyebabkan kerusakan DNA.

Jadi kunci anti penuaan dan kebugaran manusia sudah jelas. Menjaga telomer tetap panjang berarti mampu menekan kerusakan DNA sehingga memperpanjang sel-sel hidup manusia.

Tahun 2020 ini kita mungkin ditakutkan oleh Covid-19, tapi tak banyak tahu di penghujung tahun seorang ilmuwan Israel mengumumkan pengumuman penting. Dia mengklaim telah menemukan cara memperpanjang ekor telomer dengan model terapi.

Ya dengan terapi, bukan dengan obat-obatan atau vitamin. Shai Efrati dari Universitas Tel Aviv mengklaim telah menemukan cara memperpanjang telomer dengan terapi yang dia sebut dengan Hyperbaric Oxygen Chamber (HBOT) atau sebut saja Kamar Oksigen Bertekanan Tinggi. Shai sesumbar bahwa kelak problem penuaan sudah bisa disejajarkan dengan problem kolesterol atau darah tinggi.

Shai Efrati ini memang lama berkecimpung di dunia anti aging. Tak heran bahwa klaim yang dia lakukan sekarang pasti berkelindan dengan penelitian NASA kepada Scott dan Mark Kelly di tahun 2017. Mereka adalah kembar identik yang kebetulan salah satunya menjadi astronot. Penelitian NASA sengaja turut mengukur panjang telomer kedua kembar identik yang sehat tersebut. Scott yang menjadi astronot di ISS selama setahun, terbukti memiliki telomer yang memanjang.

Shai bahkan segera mengkomersialkan penemuannya ini dengan membangun beberapa cabang di luar Israel seperti di Florida, Abu Dhabi, hingga Singapura. Membayangkan bahwa tahun-tahun ke depan orang-orang kaya pasti berduyun-duyun mencoba terapi ini.

Layaknya sebuah penemuan baru tentu masih mahal dan hanya terjangkau bagi orang kaya. Namun pasti harganya akan semakin murah jika makin banyak peminatnya. Sepuluh tahun lagi saya bayangkan kita akan keluar masuk klinik kesehatan untuk alasan lucu “mau memperpanjang umur”.

Dunia tahun 2020 ini memang sedikit suram. Virus batuk-batuk yang tidak signifikan mengurangi populasi manusia dari segi statistik. Ternyata mampu menimbulkan kepanikan dan bertambahnya kemiskinan juga depresi banyak orang.

Tetapi membaca kabar ini saya masih percaya bahwa manusia saat ini, seperti data-data yang telah diungkapkan oleh Steven Pinker dalam Enlightenment Now, kini kita tengah mencapai zaman kedigdayaan yang luar biasa.

LONG LIVE HUMAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.