Per te

Kubuka sebuah kardus di gudang bawah rumahku, di dalamnya ada beberapa karya ilmiah dan sastra, serta kumpulan tesisku sewaktu di Indonesia yang belum sempat kupublikasikan. Tak sengaja terbaca olehku sebuah surat yang berisi sepenggal puisi , kembali kubaca dengan seksama penggalan puisi itu. Puisi tanpa judul itu malah mengingatkanku pada suatu mozaik di masa lalu yang sangat kusam, kiranya di buat oleh seseorang yang sempat membahagiakanku. Aku tersenyum rindu padanya, kini aku rindu sebagai sahabat, bukan yang terkasihnya lagi, pikirku.

Continue reading “Per te”

Gadis

Langkahnya dipercepat, lebih cepat dan lebih cepat lagi. Dia menyusuri sepanjang Jalan Nestville dengan terburu-buru. Dia sedang menuju ke ujung pertigaan Jalan Nestville yang letaknya masih jauh terlihat di depan, disana sesorang telah menunggunya untuk berjumpa. Dia melihat ke arah barat, matahari mulai kembali ke peraduannya. Sebuah senyum mengambang di bibir seksinya.

Continue reading “Gadis”

Wedding

Pagi itu, aku bangun dari tidur dengan perasaan bahagia. Hatiku terasa meledak membentur cakrawala, lalau terbang melayang tinggi ke angkasa. Hari ini adalah hari istimewa yang belum pernah kubayangkan akan terjadi. Tepat tengah hari nanti, aku akan menikah di Gereja St.Paulo Brazil. Dan malamnya high wedding di Ritz Carlton Hotel. Waaaa….

Continue reading “Wedding”