it’s long-long time ago… (masak?)

ah, entah mengapa, karena di sini (tempat saya menulis ini) facebook dan twitter tidak bisa dibuka, mungkin karena di blokir atau apalah itu ngak penting (karena udah bosen juga). Yang penting secara tiba-tiba(bulu kuduk saya merinding) saya kangen membuka blog dan ingin mulai blogging lagi. Bernostalgia dengan masa lalu (3-2 tahun lalu) sebagai murid SMA yang kerjaannya dengerin musik, nulis makalah, nonton TV, nge-net, dan ke perpustakaan. Pretttt, tiba- tiba saya ingat untuk nyambangi blog saya yang terbengkalai selama setahun ini.

saya jadi kangen waktu-waktu nge-net di Sukoharjo dulu. Saya maniak chat di miRC, forum di plasa.com, friendster, dan blogger di blogspot (belum ada FB dan tweet) sejak tahun 2007, juga    ehm… Wah, saya ingat sempet kenalan dengan banyak orang, pernah juga berbalas e-mail dengan Kang Abik (Habiburahman) karena pas lagi baca novel AAC-nya dan langsung tahu e-mailnya saya langsung contact beliau via e-mail. Sambil nangis-nangis saya dulu baca AAC itu, tapi pas lihat film-nya kok. Biasa aja…

“Kim, pulang malem ya,” alamat nulis panjang….

Sempat juga saya kenalan dengan anak SMA batik yang Christian itu, wah wah wah… jangan diceritakan deh…. Lalu juga karena sempat ngefens dengan mbak Ririn, (kakak kelasku yang kurus)  saya jadi doyan ngenet karena juga diajarin bikin blog dsb… Oh ya, dulu juga ada mbak Yani yang nunggu Fiesta (bukan “Yani” itu) yang baek banget ngajarin saya seluk beluk-kutuk internet. Mbak yani sekarang sudah jadi guru SD di Mojosonggo dan mungkin udah kawin, ( tidakkk ). Ya sudah, yang pasti, saya kangen dengan orang-orang yangg dulu pernah banyak ngajarin saya itu,,,,

Kemudian dan selanjutnya, saya sangat suka dengan blogging tentang dunia Islam dan techno2 gitu deh (maniak e-lifestye di MetroTV), hingga belajar banyak tentang HTML hingga mata butek tapi ngak pernah bisa membuat sendiri themes di blogspot, yang masih hapal hingga sekarang cuma “marquee”. Hua hahahahaha… “mode mad on”

Masih ingat saya dulu, hobi banget menyendiri di perpustakaan… wahhh mostly novel di perpustakaan baik sekolah atau juga daerah sudah saya lahap degan sangat rakus hingga kurus. Al hasil bin akibatnya saya bermata minus…. T.T meskipun sejak SD kelas 6 saya sudah merasakannya namun semenjak 3 tahun lalu mata saya jadi tambah tebelllll… di tambah dengan adanya komputer tambah deh…  O.O

Saya juga suka traveling mas dan mbak, destinasi terjauh adalah sekali ke Jogja Malioboro via Pramex… setiap seebulan sekali paling enggak jalan di Slamet Riyadi naek Bus. Pas lagi nduwe duit, nonton di GM… Hal yang lucu adalah ketika ke GM sama Sigit (sekarang di STAN deket saya tapi ngak pernah ketemu juga) makan di KFC kirain harganyakayak di TV (KFC goceng) tahu-tahu cuma makan ayam nasi dua porsi habis hingga 30-ribu ModeMadOnBabe…

Lho, kisah 2 tahun lalu kok dikit ya?

Yah, ternayata saya sudah mulai males membuka aib (loh!).  Pastinya saya kangen sama anak-anak smaga, saya kangen diri saya yang dahulu itu (kurus, cerewet, famous)  yang kini bersembunyi dimana… Semoga kekangenan saya ini cepat ada gantinya ya, di sini di kota ini saya ingin menjadi better and better not loser. Yak doakan UM saya tadi lancar meskipun saya mengkosongi hmapir 3/4 soalnya. Hoahhhh ngantuk nih….

Adzan Maghrib  sepertinya akan melantun, …

bersambung tanpa disambung, Bung

Secret Life of Bees

secret life of bees

August berkata,”Dengarkanlah aku sekarang, Lily, aku akan mengatakan sesuatu yang kuingin agar kau selalu mengingatnya ya?”

Raut mukanya menjadi serius. Bersungguh-sungguh. Kedua matanya tidak berkedip.

“Baiklah,” kataku, dan kurasakan getaran menuruni tulang belakang punggungku.

“Our lady bukanlah sesosok makhluk ajaib, seperti seorang ibu peri. Ia bukanlah sebuah patung di ruang tamu. Ia adalah sesuatu yang ada si salam dirimu. Kau mengerti yang kukatakan?”

“Our Lady ada di dalam diriku,” ulangku, tak yakin aku mengulanginya.

Kau harus menemukan seorang Ibu di dalam dirimu sendiri. Kita semua harus. Bahksn kita sudah memiliki seorang ibu, kita harus mencari bagian dari diri kita ini di dalamnya.”

Berkatar belakang bagian Selatan Amerika tahun 1964, tahunnya Undang-Undang Hak Sipil dan pemberontakan melawan rasisme, The Secret of Bees Karya Sue Monk Kidd merupakan sebuah cerita yang kuat mengenai proses kedewasaan, kemampuan cinta mengubah hidup kita, dan kerinduan terhadap kesempurnaan feminitas universal yang acapkali menyerang. Dengan menyertakan kepedihan atas kehilangansesuatu, penghianatan , dan cinta yang pernah cukup, Kidd menunjukkan kekuatan para perempuan yang bersama-sama menyembuhkan luka-luka itu, untuk menjadi ibu bagi satu sama laindan bagi diri mereka sendiri, dan untuk menciptakan sebuah keluarga dan rumah yang sesungguhnya.

Terisolasi dalam kebun persik di South Carolina bersama seorang ayah yang menelantarkan dan bersikap kasar terhadapnya, Lily Owens yang berusia empat belas tahun telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk merindukan ibunya, Deborah, yang meninggal di tengah situasi yang ganjil saat Lily baru berumur empat tahun. Yang lebih buruk, ayahnya, T.Ray, mengatakan padanya bahwa Lily-lah yang tak sengaja membunuh ibunya.

Lily dibesarkan oleh Rosaleenn, pengasuh Afrika-Amerika-nya yang angkuh dan blak-blakan. Saat Rosqleen berusaha menggunakan hak barunya untuk ikut pemilu, ia diserang tiga orang rasis di kota dan kemudian malah ia yang dijebloskan ke dalam penjara. Lily bertekad kuat membebaskan dan akhirnya ia juga berhasil melarukan diri dari ayahnya. Ia membawa Rosaleen kabur dari penjara, dan berdua mereka menuju South Carolina untuk mencari kehidupan baru.

Tujuan mereka adalh Tuburon, South Carolina- sebuah kota yang tak mereka ketahui kecuali di dalam kotak yang dulu merupakan milik ibunya Lily yang terdapat petunjuk gambar berupa Perawan Maria berkulit hitam bertuliskan “Tiburon, South Carolina” di belakangnya. Di sana mereka tinggal bersama ti perempuan kakak beradik pemelihara lebah yang memuja Black Madonna. Di tempat inilah, dengan dikelilingi kekuatan Madonna, dengan dengungan-dengungan lebah, dan lingkaran perempuan-perempuan bijak berkulit hitam, Lily mencari jalan setapak menuju keutuhan dan kehidupan yang baru.

Terpikat oleh proses kedewsaan gadi sadari selatan ini, setiap orang akan merasa dikelilingi musim panas South Carolina yang panas dan satu dari saat-saat tak menentu di Amerika. Sebuah kisah tentang ibu yang hilang dan ditemukan, cinta, kejujuran, dan memaafkan, The Secret Life of Bees dengan berani menjelajahi luka-luka kehidupan menyingkap makna yang lebuh dalam tentang rumah dan kesederhanaan dalam memilih hal-hal penting yang akan menyelamatkan hidup kita.

Akhirnya, walau tak dapat menemukan ibu yang dirindukannya, Lily menemukan dan menjadi bagian dari masa lalu ibunya, menemukan sebuah sarang ibu-ibu yang baru, dan jatuh cinta dengan bunda alam raya.

Poem of William Blake:

O Rose, thou art sick!

The invisible worm,

That flies in the night,

In the howling storm,

Has found out thy bed

Of Crimson joy,

And his dark secret love

Does thy life destroy

Oh mawar, engkau sakit!

Cacing tak tampak,

Yang melayang di gelap malam,

Menembus badai yang meraung,

Telah menemu ranjangmu

Keriangan merah padam,

Dan cinta gelapnya yang diam-diam

Akan membuat hidupmu koyak.

Song of Bees

By.May

Place a beehive on my grave

And let the honey soak through.

When I’m dead and gone,

that’s what I want from you.

The streets of heaven are gold and sunny,

But I’ll stick with my plot and a pot of honey.

Place a beehive on my grave

And let the honey soak through.

Letakkan sebuah sarang lebah diatas kuburanku

Dan biarkan madunya membasahi semuanya.

Saat kumati dn pergi

Itulah yang kumau darimu.

Jalan-jalan di surga adalah emas dan disinari matahari

Tapi aku akan tetap bersama kebunku dan satu pot madu.

Letakkanlah sebuah sarang madu di atas kuburanku

Dan biarkan madunya membasahi semuanya.

Membaca novel ini, kita jadi lebih paham tentang sejarah dunia, biologi, budaya, hingga suatu keindahan sastra modern yang apik ringan namun sarat makna. Novel ini sudah di Film kan pada 2008 lalu dengan bintang-bintang besar seperti Queen Latifah, Alicia Keys, Dakota fanning dengan Sutradara gyna Prince dan Bythewood. Berikut cuplikan film-nya:

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=pVCil2oSNYY&hl=en&fs=1&]

Tujuan Hidup

Hidup adalah sebuah karya,
dai suatu harapan dan cita-cita.

Karya hidup akan selalu dikenang dan terus mengalir,
meskipun empunya telah tiada.

Karya hidup yang mulia adalah suatu pahala,
bagaikan pohon abadi yang akan senantiasa,
berbuah dan memberi bibit-bibit kehidupan,
bagi generasi penerusnya.

Warnailah hidupmu dengan cita-cita agung,
yang berasal dari sebuah harapan mulia.

Karena semua itu tiada akan sia-sia,
Allah akan membalasnya.

Jadikanlah cita-cita dan harapan mulia sebagai nafasmu,
dan setiap hembusannya,
jadikan untuk mewujudkan impianmu.

Hidup berawal dari sebuah tujuan dari impian,
hidup tanpa tujuan adalah hampa.

impian…
tak hancur meskipun winter,
tak lekang meskipun summer,

Always dream and pray to next life,
and keep positive thinking forever.

Lorong Gelap

Pada suatu masa,
Aku mencoba masuk dalam sebuah lorong
Yang gelapnya membutakan mata
Dan tutupi jalan pulang kepadaNya

Entah Lucifer apa yang menghasutku
Hingga aku berani mencoba memasukinya
Yang membuat jiwaku bahagia dalam kesemuan
Mengusir kebosanan untuk mencari kebahagiaan

Kebahagiaan adalah kamuflase dari kegelapan
Yang membuatku ingin terus masuk dan masuk lebih dalam
Menjelajahi jiwa yang kesepian
Yang membuat aku ketagihan

Persimpangan demi persimpangan
Kulalui dengan kenikmatan sesaat
Hingga puncak dosa mendera jiwa
Lelah,bosan, berdosa, dan terlanjur

Dan suatu ketika aku ingin pulang
Dari gelapnya lorong yang membutakan mataku ini
Aku terjatuh dan terluka
Hingga cacat mendera jiwa

Aku sudah terlalu jauh di dalam lorong gelap
Dan jiwaku sudah cacat
Sukmaku tak lagi suci
Namun aku mencoba menanti
Akan setitik cahayaMu
menuntunku kembali pulang

Biar

Biar kata mereka
Biar tingkah mereka
Tentangku!

Biar mereka bilang
Biar mereka anggap
Diri mereka tiada dosa

Biar saja mereka jatuh
Biar lobang dosa yang mereka gali
Biar mereka jatuh ke dalamnya

Bukan tugasku meneriakkinya
Biar jadi pelajaran mereka
Biar mereka belajar!

Biar saja
Biar mereka tahu atau tidak
Kan kubiarkan!