Beriman Pada Teori Evolusi & Kreasi

Fosil Manusia Purba
Fosil Tulang Tengkorak Kepala Manusia Purbakala Koleksi Museum Geologi Bandung

Dari mana asal manusia? Dari tanah bumi atau alien dari langit? Berkat ilmu genetika yang mempelajari pewarisan sifat dari satu makhluk ke makhluk lain, kini ilmuwan sedikit punya bukti bahwa manusia sejatinya adalah makhluk hybrid. Perpaduan manusia cerdas atau homo sapiens dan manusia evolusi purbakala.

Continue reading “Beriman Pada Teori Evolusi & Kreasi”

Tuhan Tidak Butuh Kurban!

Kurban

Makna kurban secara konsep sangat beragam, mulanya hanya ritus sesaji panen dan ternak yang digunakan untuk berterimakasih, menghibur atau memohon sesuatu kepada tuhan, dewa atau sesembahan manusia lainnya. Kemudian ditemukan konsep kurban yang yang bahkan memerlukan nyawa manusia sebagai pelengkap ritus, seperti bangsa Maya yang tercatat mengorbankan manusia demi memohon hujan.

Al Qur’an mencatat definisi kurban awalnya sama seperti definisi kurban dalam agama lainnya. Yakni kurban untuk sesaji tuhan oleh anak-anak Adam, hal tersebut tersirat dalam surat Al Maidah, 27:

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa”.

Dalam ayat tersebut jelas bahwa kurban menjadi salah satu bentuk ucapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan. Kurban Habil dan Qabil merupakan kurban berbentuk materi atau bisa disebut sesaji yang dipersembahkan untuk Tuhan. Sementara konteks Qabil ingin membunuh atau mengorbankan Habil untuk Tuhan juga bisa dipahami bahwa mengorbankan manusia sepertinya perkara jamak di masa mereka.

Konsep kurban seperti di atas terus berlaku hingga Ibrahim tiba. Kesediaan Ibrahim menerima mimpi Tuhan untuk mengorbankan nyawa anaknya, bisa jadi merupakan pertanda jika berkurban nyawa manusia memang merupakan sesuatu yang dapat diterima pada zaman Ibrahim.

Setelah tragedi Ismail (atau Ishak dalam konsep Kristen dan Yahudi) Tuhan benar-benar mengubah konsep kurban dari nyawa manusia atau sesaji-sesaji ke arah pemaknaan yang lebih logis bagi manusia. Proses mendidik tuhan kepada nenek moyang kita tentang hakikat berkurban, berketuhanan, dan bersosial pun dimulai ketika itu.

Sejak Ibrahim, Tuhan tak lagi meminta kurban untuk menguji iman secara langsung. Tuhan sejatinya seperti yang banyak diulang-ulang dalam Al Qur’an, tidak membutuhkan apa pun dari manusia. Tuhan tidak membutuhkan nyawa kita sebagi kurban.

Kemunduran Makna Kurban

Dalih berkurban kepada Tuhan melalui tafsir Jihad merupakan transformasi pemaknaan Jihad yang justru jauh dari konteksnya. Banyak sekali yang menafsirkan jihad untuk pengorbanan manusia kepada Tuhan sebagai bentuk ketaatan atau ketaqwaan, ini jelas keliru.

Penafsiran Jihad model ini adalah pemaknaan yang kembali ke zaman berketuhanan paling fundamentalis yang sudah tidak sesuai dengan zaman modern. Pemaknaan yang disertai dengan pengorbanan diri yang ditujukan untuk membunuh kelompok lain yang tidak sepaham, merupakan penafsiran akan Jihad yang dibaurkan dengan makna kurban yang berbahaya.

Dalam Islam, Jihad yang paling dianjurkan adalah jihad pengembangan ilmu, sedangkan jihad yang paling berat adalah jihad melawan hawa nafsu sendiri.

Kurban Untuk Manusia

Aspek sosiallah yang lebih Tuhan utamakan dalam pemaknaan tingkat tinggi kurban khususnya dalam hari raya Iedul Adha. Ditambah sebagai aspek budaya untuk mengingat-ingat sejarah baik sejarah bapak tiga agama Ibrahim maupun Muhammad sendiri. Beberapa pesan Muhammad mengindikasikan bahwa kurban merupakan keutamaan kepada sesama manusia.

Konsep kurban dalam islam sejatinya berlaku universal dan bukan hanya untuk muslim saja. Sehingga mendorong non-muslim untuk turut merayakan kurban merupakan suatu kebaikan yang perlu disebarkan apalagi bagi masyarakat Indonesia yang sangat majemuk. Kurban di hari raya Iedul Adha harus menjadi sarana pemersatu dalam bingkai pesta bersama di masyarakat.

Kurban dalam agama Islam tidak sama dengan definisi kurban dalam keyakinan pagan atau ajaran agama pra-Ibrahim yang lampau. Dalam Islam, kurban bukanlah untuk Tuhan, tetapi untuk sesama manusia sebagai wujud nyata cinta kita kepada Tuhan.

Mendidik Anak Jenius Cara Yahudi

siapa tak kenal Yahudi? Diceritakan dalam Injil dan Al Quran yang tak disukai karena sikap eksklusifnya, namun juga tak jarang dipuji karena kepintarannya. Sebagai salah satu bangsa tertua di dunia, Yahudi telah lama memiliki tradisi yang mengakar kuat dalam diri mereka. Sering terusir dan dianiaya konon membuat mereka justru menjadi bangsa yang dikenal tahan banting dan mampu berdiaspora ke penjuru dunia. Di zaman modern ini, banyak penemuan mutakhir diciptakan oleh jenius berdarah Yahudi. Penemu Google, Sergey Brin dan Larry Page; Penemu Facebook, Mark Zukenberg hingga Newton dan Einstein pun berdarah Yahudi.

Apakah ada resep mendidik anak agar menjadi jenius seperti mereka? Berikut ini infografisnya:

Yahudi Jenius
10 Tips Mendidik Anak agar Jenius Cara Yahudi

 


 

Sumber: Bright Side

Kecerdasan Buatan Siap Menguasai Dunia

Juli 2017 menjadi hal yang mengerikan bagi pengembang di Facebook AI Research Lab (FAIR) di Lembah Silikon, Amerika Serikat. Mereka terpaksa mematikan teknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) yang mereka kembangkan setelah menyadari bahwa AI berkomunikasi dengan sesamanya melalui bahasa yang belum diketahui. Ini menandai era dimana kecerdasan buatan berbasis machine learning sudah mampu berkembang melebihi yang kita harapkan.

FAIR telah mengembangkan Chatbox atau ruang diskusi yang berisi percakapan antara dua AI yang diberi nama Bob dan Alice. Belakangan AI yang mereka kembangkan justru membuat percakapan aneh dengan suatu bahasa yang dikembangakan tanpa bantuan manusia. AI buatan Facebook ini diduga mampu mengembangkan bahasa yang hanya diketahui oleh mereka sendiri. Karena pengembang FAIR belum mampu mengenkripsi atau menemukan kunci bahasa AI tadi, mereka segera mengambil langkah serius untuk mematikannya.

Kecerdasan Buatan Semakin Cerdas

Kecerdasan Buatan nampaknya menjadi salah satu perkembangan teknologi yang menjanjikan di masa depan. Larry Page, Bill Gates, Elon Musk juga Mark Zuckenberg telah urun uang untuk mengembangkan teknologi berbasis machine learning ini. Bahkan saat ini DeepMind dianggap sebagai AI terpintar yang paling maju perkembangannya. DeepMind punya setidaknya 15 Exabita data yang siap dipelajari dari mesin pencari pintar keluarga mereka, Google.

Kecerdasan buatan dikembangkan untuk membantu perangkat-perangkat digital era internet menganalisa dan menyelesaikan masalah. Kecerdasan buatan adalah bagian dari konsep machine learning dimana serangkaian kode yang dikembangkan mampu membaca sekaligus menafsirkan data-data yang ada saat ini. Lebih lanjut, kecerdasan buatan diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan yang kini dilakukan manusia dengan lebih efektif dan efisien.

Dalam aplikasinya, kecerdasan buatan tak melulu soal robot-robot fisik. Aplikasi asistensi seperti Cortana milik Microsoft dan Siri milik Apple merupakan bagian dari konsep kecerdasan buatan. Mereka mampu membaca data terbuka bahkan data-data pribadi kita. Aplikasi asistensi tadi membaca data kebiasaan penggunanya yang digunakan untuk mencari solusi berbagai masalah yang dihadapi. Berbagai topik mulai dari cuaca, transportasi, berita terbaru hingga rekomendasi transaksi saham sebetulnya sudah mulai menggunakan konsep kecerdasan buatan ini tanpa kita sadari.

Dalam film Her diceritakan bahwa aplikasi asistensi di masa depan dianggap tak hanya membantu kehidupan sehari-hari, namun telah berevolusi menjadi teman untuk berkomunikasi.

Etika Kecerdasan Buatan

Sebelum kasus AI yang menimpa Facebook, hal serupa juga pernah menimpa Microsoft. Akun Twitter Tay di @TayAndYou, merupakan akun bot twitter AI milik Microsoft yang tak hanya mampu membaca data melimpah di Twitter, namun juga melakukan komunikasi dua arah dengan pengguna twitter manusia lainnya. Tahun 2016, Tay terpaksa dihentikan oleh Microsoft karena melakukan chat menyimpang dari berbagai macam topik mulai Hitler, atheisme, feminisme dan rasisme yang dianggap sangat sensitif.


Padahal filosofi dari @TayAndYou sebetulnya sederhana, dia belajar dari data-data yang melimpah di Twitter. Pertanyaannya justru berbalik pada kita, apakah data twitter yang diambil dari percakapan manusia pada dasarnya memang berisi hal-hal yang juga menyimpang? Apakah Tay salah belajar pada manusia? Sayangnya Tay masih belajar dengan data mentah dan belum bisa memahami konsep etika penuh tafsir dari manusia. Kini akun @TayAndYou masih aktif dan terproteksi sekalipun tidak lagi mengunggah percakapan.

Bahaya Artificial Intelligent

Ketidakhumanisan kecerdasan buatan milik Facebook dan ciutan sensitif akun @TayAndYou dianggap bukti kuat bagaimana AI berpotensi berkembang ke arah yang kurang baik. Sebelumnya Elon Musk sudah melempar isu jika kelak kecerdasan buatan akan menguasai dunia dan mampu mengambil alih pekerjaan manusia di dunia ini.

Vanity Fair melaporkan bahwa tujuan Musk mengembangkan teknologi transportasi antar planet merupakan bagian dari kecemasan dia akan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan di masa depan. Ini diungkap dalam perbincangan Elon Musk dan pendiri DeepMind, Demis Hassabis di tahun 2014. Kepada Hassabis, Elon mengungkapkan bahwa AI berpotensi melakukan tindakan diluar kontrol yang berpotensi mengakibatkan kepunahan pada manusia di masa depan.

Kecemasan Elon Musk akan potensi negatif AI di masa depan sedikit terbuktikan dengan kasus AI di Facebook ini. Namun ini justru bukanlah akhir dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Karena bagaimanapun masih banyak yang bisa dikembangan di era Internet of Things (IoT) ke depan. Mobil swakemudi Tesla milik Elon Musk sendiri pun tak bisa lepas dari konsep aplikatif kecerdasan buatan.

Mari kita bayangkan era masa depan dimana super komputer telah bersimbiosa dengan kecerdasan buatan. Apakah mungkin ada android secantik Alicia Vikander yang secara cerdik mampu memanipulasi manusia demi keinginan menjadi seperti “manusia”?

 

Bacaan Lanjut
Ada banyak kemungkinan kecerdasan buatan secara signifikan memengaruhi manusia. Ini pekerjaan rumah kita bersama, apakah kita mampu bersantai setelah segala sesuatu kelak dikerjakan oleh mesin? Jika mesin mencuri pekerjaan manusia maka darimana manusia kelak mencari penghasilan uang? Universal Basic Income dianggap solusi tepat di masa depan.

Akankah Manusia Super Segera Diciptakan?

Sekelompok peneliti di Oregon, Amerika serikat mengklaim telah berhasil melakukan rekayasa DNA embrio manusia dengan teknik CRISPR. Akankah ini menandakan babak baru lahirnya manusia super? manusia yang diklaim sebagai setengah dewa ke dunia ini.

Perdebatan Rekayasa Genetika

Metode rekayasa DNA telah efektif dilakukan menggunakan teknik CRISPR yang belum lama ini ditemukan. Masih terdapat banyak perdebatan apakah teknik ini etis untuk digunakan pada manusia. Mengingat rekyasa genetika pada hewan dan tumbuhan masih menuai berbagai kontroversi di penjuru dunia.

Kita mengenal rekayasa genetika dengan banyak cerita. Makanan seperti jagung yang kita konsumsi saat ini kemungkinan besar telah melalui tahapan rekayasa genetika. Jagung yang telah dimodifikasi genetikanya dibuat menjadi lebih manis, berbiji besar dan tahan terhadap perubahan iklim juga hama. Produk tumbuhan dan hewan rekayasa genetika ini tentunya sangat menguntungkan untuk skala industri besar.

Namun, sebagian kelompok masyarakat menentang rekayasa genetika ini. Pendapatnya didasarkan bahwa belum adanya penelitian jangka panjang apakah produk-produk rekayasa genetika ini baik bagi manusia dan lingkungan sekitar. Pendapat yang lebih konservatif mengklaim bahwa produk rekayasa genetika adalah contoh nyata manusia melawan hukum alam atau bahkan Tuhan.

Okja merupakan film tentang babi super hasil rekayasa genetika.

CRISPR

Selangkah lebih maju, kini sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Shoukhrat Mitalipov dari Oregon Health and Science University mengumumkan keberhasilannya dalam melakukan koreksi genetika pada embrio manusia. Mereka mengklaim berhasil menghapus DNA yang diduga membawa penyakit jantung pada manusia menggunakan teknik yang sering disebut sebagai “gunting molekuler” ini.

Dalam keterangan yang diberikan kepada MIT, setidaknya ada dua poin keberhasilan yang telah memecahkan rekor baru. Pertama bahwa mereka adalah yang pertama melakukan teknik CRISPR ini pada embrio manusia. Sementara yang kedua adalah secara tidak langsung mereka telah mampu secara aman dan efektif melakukan koreksi pada gen manusia yang menyebabkan penyakit bawaan.

CRISPR merupakan teknik baru rekaya genetika yang diklaim paling aman juga dengan tingkat keakuratan tinggi. CRISPR mampu melakukan editing DNA seperti halnya kita melakukan cut, copy dan paste dalam suatu file tanpa merusak keberadaan DNA lainnya. Singkatnya, kita bisa menghapus DNA yang merugikan atau menambah DNA baru pada suatu susunan DNA organisme hidup.

Keberhasilan ini tentunya membuat tanda tanya besar, apakah manusia kini mampu menciptakan generasi setengah dewa yang tahan penyakit dan mampu hidup lebih lama? Untungnya saat ini para ilmuwan di AS tadi belum diperbolehkan untuk mengembangkan embrio hingga menjadi janin manusia. Kongres Amerika masih melarang uji coba pengembangan embrio manusia menjadi janin atau bahkan menjadi bayi manusia.

Setidaknya dalam uji coba ini berhasil diketahui bahwa rekayasa genetika menggunakan teknik CRISPR pada manusia sejatinya bisa dilakukan. Harapan untuk mengurangi tumbuhnya penyakit turunan seperti HIV, kanker, diabetes bahkan pengganti antibiotik sudah jelas di depan mata.